Cara Membuat Beras


Beras @ Wikimedia

Beras adalah bagian bulir padi (gabah) yang telah dipisah dari sekam. Sekam (Jawa merang) secara anatomi disebut 'palea' (bagian yang ditutupi) dan 'lemma' (bagian yang menutupi). Pada salah satu tahap pemrosesan hasil panen padi, gabah ditumbuk dengan lesung atau digiling sehingga bagian luarnya (kulit gabah) terlepas dari isinya. Bagian isi inilah, yang berwarna putih, kemerahan, ungu, atau bahkan hitam, yang disebut beras.

Beras umumnya tumbuh sebagai tanaman tahunan. Tanaman padi dapat tumbuh hingga setinggi 1 - 1,8 m. Daunnya panjang dan ramping dengan panjang 50 – 100 cm dan lebar 2 - 2,5 cm. Beras yang dapat dimakan berukuran panjang 5 – 12 mm dan tebal 2 – 3 mm. Beras dari padi ketan disebut ketan?.

--wiki

Warna beras yang berbeda-beda diatur secara genetik, akibat perbedaan gen yang mengatur warna aleuron, warna endospermia, dan komposisi pati pada endospermia.

Beras putih, sesuai namanya, berwarna putih agak transparan karena hanya memiliki sedikit aleuron, dan kandungan amilosa umumnya sekitar 20%. Beras ini mendominasi pasar beras. Beras merah, akibat aleuronnya mengandung gen yang memproduksi antosianin yang merupakan sumber warna merah atau ungu. Beras hitam, sangat langka, disebabkan aleuron dan endospermia memproduksi antosianin dengan intensitas tinggi sehingga berwarna ungu pekat mendekati hitam. Ketan (atau beras ketan), berwarna putih, tidak transparan, seluruh atau hampir seluruh patinya merupakan amilopektin. Ketan hitam, merupakan versi ketan dari beras hitam.


Cara Membuat Beras (dikutip dari liputan 6)

Untuk bisa menghasilkan beras sebanyak itu, TPSFood membutuhkan gabah sebanyak dua kali lipat dari jumlah beras yang dihasilkan seperti yang diungkapkan Manufacturing Director-Rice TPSFood, Jo Tjong Seng. Gabah didapat dari petani yang telah bekerjasama dengan mereka pada hari yang sama gabah diambil dari sawah. Para petani mengambil gabah dengan dua pilihan cara yaitu combine harvester maupun cara manual dengan menggunakan treaser.

Lalu, gabah akan masuk ke pabrik untuk memulai proses pengerjaan.

Pertama-tama, gabah dikeringkan tanpa matahari namun menggunakan alat yang mampu membuat gabah kering hingga persentase kadar air yang ditentukan. Kemudian gabah bisa langsung diproses maupun disimpan dalam tabung besar bernama silo.

Proses selanjutnya memisahkan gabah dan isinya sehingga menghasilkan brown rice. Pada salah satu tahapan juga akan ada pemisahan antara batu-batu dengan beras sehingga akan menghasilkan 100 persen bersih dari batu.

Belum selesai sampai disitu, brown rice akan disosoh kembali hingga berwarna putih bahkan mengilap. Dilanjutkan dengan memisahkan antara beras utuh, beras pecah kepala hingga beras berukuran kecil. Selanjutnya, beras akan dikemas dalam plastik dan siap dipasarkan.

Halaman terakhir dimodifikasi pada 14/12/2017 04:05