Logo Majmu' Syarif Kamil
Majmu' Syarif Kamil Standar Fisik 355 Hal
Bab 17 Halaman Fisik 109 – 110 (PDF 126)

Ayat Kursī

آية الكرسي

Ayat Teragung dalam Al-Qur'ān (Sayyidatu Ayil Qur'ān) QS. Al-Baqarah: 255

Ukuran Arab:

Tasbih Digital

Target: 33x
1 Hal 109
اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ
allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qøyyūm, lā ta'k̂użuhū sinatuw wa lā naum(un), lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żal-lażī yaŝfa‘u ‘indahū illā bi'iżnih(ī), ya‘lamu mā baina aidīhim wa mā k̂ølfahum, wa lā yuḥīṭūna biŝai'im min ‘ilmihī illā bimā ŝā', wasi‘a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya'ūduhū ḥifẓuhumā, wa huwal-‘aliyyul-‘aẓīm.
Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Mahahidup, Yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Mahatinggi, Mahabesar.

Keutamaan & Fadhilah

Rasulullah SAW bersabda kepada Ubay bin Ka'ab: 'Wahai Abul Mundzir, tahukah engkau ayat mana dari Kitabullah yang paling agung bersamamu?' Ia menjawab: 'Allahu laa ilaaha illaa Huwal Hayyul Qayyum (Ayat Kursi).' Maka beliau menepuk dadaku seraya bersabda: 'Demi Allah, semoga ilmu memberkahimu wahai Abul Mundzir.' (HR. Muslim).

Sumber Naskah: Naskah Asli Majmu' Syarif Kamil, Bab 17 (Halaman Buku 109 – 110 / PDF 126 – 127)

Tanya Jawab Seputar Bacaan Ini

Sebagaimana dianjurkan oleh para ulama dan tercantum dalam naskah Majmu' Syarif Kamil, waktu utama untuk membaca doa dan wirid ini adalah setelah shalat fardhu (khususnya Subuh dan Maghrib), sepertiga malam terakhir, atau pada malam Jumat.

Dalam naskah standar Edisi Jumanatul 'Ali-ART Bandung (2007), bacaan ini tercetak pada halaman 109 (bertepatan dengan halaman PDF 126 sesuai rumus presisi PDF = Halaman + 17).

Simbol tersebut merupakan kaidah fonografi santri naskah asli Majmu' Syarif Kamil. Huruf ø menandakan vokal tebal (tafkhim), sedangkan tanda circumflex dan titik bawah membedakan makhraj huruf hijaiyah agar bacaan tetap tepat dan sah secara tajwid.

Kebenaran Naskah Terverifikasi 1:1

Seluruh susunan kata Arab, harakat, dan transliterasi telah diaudit secara seksama berdasarkan naskah fisik Majmu' Syarif Kamil (Penerbit Jumanatul 'Ali-ART Bandung 2007) dengan rujukan 355 halaman. 100% bebas dari sisipan iklan dan bebas biaya langganan.