Doa Nabi Muḥammad Ṣ’AW (Mustajab)
Doa Memohon dengan Asma Allah yang Teragung (Ismul A'zham)
Tasbih Digital
Target: 33xKeutamaan & Fadhilah
Rasulullah SAW mendengar seorang sahabat berdoa dengan lafazh ini lalu beliau bersabda: 'Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh ia telah memohon kepada Allah dengan Nama-Nya Yang Teragung (Ismul A'zham), yang apabila diminta niscaya Memberi dan apabila diseru niscaya Mengabulkan.'
Tanya Jawab Seputar Bacaan Ini
Sebagaimana dianjurkan oleh para ulama dan tercantum dalam naskah Majmu' Syarif Kamil, waktu utama untuk membaca doa dan wirid ini adalah setelah shalat fardhu (khususnya Subuh dan Maghrib), sepertiga malam terakhir, atau pada malam Jumat.
Dalam naskah standar Edisi Jumanatul 'Ali-ART Bandung (2007), bacaan ini tercetak pada halaman 180 (bertepatan dengan halaman PDF 197 sesuai rumus presisi PDF = Halaman + 17).
Simbol tersebut merupakan kaidah fonografi santri naskah asli Majmu' Syarif Kamil. Huruf ø menandakan vokal tebal (tafkhim), sedangkan tanda circumflex dan titik bawah membedakan makhraj huruf hijaiyah agar bacaan tetap tepat dan sah secara tajwid.
Kebenaran Naskah Terverifikasi 1:1
Seluruh susunan kata Arab, harakat, dan transliterasi telah diaudit secara seksama berdasarkan naskah fisik Majmu' Syarif Kamil (Penerbit Jumanatul 'Ali-ART Bandung 2007) dengan rujukan 355 halaman. 100% bebas dari sisipan iklan dan bebas biaya langganan.