Logo Majmu' Syarif Kamil
Majmu' Syarif Kamil Standar Fisik 355 Hal
Bab 46 Halaman Fisik 310 – 313 (PDF 327)

Memakamkan Jenazah

دفن الميت

Tata Cara Meletakkan Mayit di Liang Lahat, Menghadapkan ke Kiblat, Melepas Tali, dan Menimbun Tanah

Ukuran Arab:

Tasbih Digital

Target: 33x
1 Hal 310
بِسْمِ اللهِ وَعَلَى مِلَّةِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
Bismillāhi wa 'alā millati Rasūlillāhi ṣøllallø̄hu 'alayhi wa sallam.
1. Doa Memasukkan Mayit ke Liang Lahat: Dengan nama Allah dan atas ajaran agama Rasulullah SAW (Hal 310).
2 Hal 311
اَللّٰهُمَّ جَافِ الأَرْضَ عَنْ جَنْبَيْهِ، وَصَعِّدْ رُوْحَهُ، وَلَقِّهِ مِنْكَ رِضْوَانًا.
Allø̄humma jāfil-arḍa 'an jambayh, wa ṣø''id rūḥah, wa laqqihī minka riḍwānā.
2. Doa Meletakkan Jasad Menghadap Kiblat: Ya Allah renggangkanlah tanah dari kedua lambungnya, naikkanlah arwahnya, dan sambutlah ia dengan limpahan keridhaan dari-Mu (Hal 311).
3 Hal 312
مِنْهَا خَلَقْنَاكُمْ (الحفنة الأولى)، وَفِيهَا نُعِيدُكُمْ (الحفنة الثانية)، وَمِنْهَا نُخْرِجُكُمْ تَارَةً أُخْرَىٰ (الحفنة الثالثة).
Minhā k̂ølaqnākum (genggaman 1), wa fīhā nu'īdukum (genggaman 2), wa minhā nuk̂rijukum tāratan uk̂rā (genggaman 3).
3. Tiga Taburan Genggaman Tanah Pertama: 'Dari tanah itulah Kami menciptakan kalian (genggam ke-1), dan kepadanyalah Kami mengembalikan kalian (genggam ke-2), dan daripadanyalah Kami akan mengeluarkan kalian pada kali yang lain' (QS. Thaha: 55, genggam ke-3, Hal 312).
4 Hal 313
اَللّٰهُمَّ ثَبِّتْهُ عِنْدَ الْمَسْأَلَةِ، اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَاجْعَلْ قَبْرَهُ رَوْضَةً مِنْ رِيَاضِ الْجَنَّةِ.
Allø̄humma śabbit-hu 'indal-mas'alah, Allø̄hummaĝfir lahū war-ḥamhu waj'al qabrahū rawḍatam-min riyāḍil-jannah.
4. Doa Penutup Penimbunan Kubur: Ya Allah teguhkanlah ia ketika ditanya malaikat, ya Allah ampunilah dia, rahmatilah dia, dan jadikanlah kuburnya sebagai taman di antara taman-taman surga (Hal 313).

Keutamaan & Fadhilah

Rasulullah SAW bersabda tatkala meletakkan jenazah ke liang kubur: 'Bismillāhi wa 'alā millati Rasūlillāh' (Dengan nama Allah dan atas agama Rasulullah SAW). Menghormati jasad mukmin saat dikuburkan sama wajibnya dengan menghormatinya saat masih hidup.

Sumber Naskah: Naskah Asli Majmu' Syarif Kamil, Bab 46 (Halaman Buku 310 – 313 / PDF 327 – 330)

Tanya Jawab Seputar Bacaan Ini

Sebagaimana dianjurkan oleh para ulama dan tercantum dalam naskah Majmu' Syarif Kamil, waktu utama untuk membaca doa dan wirid ini adalah setelah shalat fardhu (khususnya Subuh dan Maghrib), sepertiga malam terakhir, atau pada malam Jumat.

Dalam naskah standar Edisi Jumanatul 'Ali-ART Bandung (2007), bacaan ini tercetak pada halaman 310 (bertepatan dengan halaman PDF 327 sesuai rumus presisi PDF = Halaman + 17).

Simbol tersebut merupakan kaidah fonografi santri naskah asli Majmu' Syarif Kamil. Huruf ø menandakan vokal tebal (tafkhim), sedangkan tanda circumflex dan titik bawah membedakan makhraj huruf hijaiyah agar bacaan tetap tepat dan sah secara tajwid.

Kebenaran Naskah Terverifikasi 1:1

Seluruh susunan kata Arab, harakat, dan transliterasi telah diaudit secara seksama berdasarkan naskah fisik Majmu' Syarif Kamil (Penerbit Jumanatul 'Ali-ART Bandung 2007) dengan rujukan 355 halaman. 100% bebas dari sisipan iklan dan bebas biaya langganan.