Logo Majmu' Syarif Kamil
Majmu' Syarif Kamil Standar Fisik 355 Hal
Bab 51 Halaman Fisik 350 – 351 (PDF 367)

Kewajiban Terhadap Almarhum

حقوق الميت والوصايا والديون

Panduan Fiqih Pelunasan Utang Piutang, Penunaian Wasiat, dan Penyelesaian Hak-Hak Adami Sebelum Pembagian Harta Waris

Ukuran Arab:

Tasbih Digital

Target: 33x
1 Hal 350
مِنْ بَعْدِ وَصِيَّةٍ يُوصِي بِهَا أَوْ دَيْنٍ ۗ غَيْرَ مُضَارٍّ ۚ وَصِيَّةً مِنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَلِيمٌ.
Mim ba'di waṣiyyatiy yūṣī bihā aw daynin ĝayra muḍārr, waṣiyyatam-minallø̄h, wallø̄hu 'Alīmun Ḥalīm.
1. Landasan Hukum Al-Qur'an: '...setelah dipenuhi wasiat yang dibuatnya atau setelah dibayar utangnya dengan tidak mendatangkan mudharat (kepada ahli waris). Demikianlah ketentuan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun' (QS. An-Nisa': 12, Hal 350).
2 Hal 351
تَرْتِيْبُ حُقُوْقِ التَّرِكَةِ: أَوَّلاً: مَؤُوْنَةُ تَجْهِيْزِ الْمَيِّتِ بِالْمَعْرُوْفِ، ثَانِيًا: قَضَاءُ الدُّيُوْنِ كُلِّهَا، ثَالِثًا: تَنْفِيْذُ الْوَصَايَا فِي حُدُوْدِ الثُّلُثِ، رَابِعًا: قِسْمَةُ الْمِيْرَاثِ بَيْنَ الْوَرَثَةِ.
Tartību ḥuqūqit-tarikah: Awwalan: ma'ūnatu tajhīzil-mayyiti bil-ma'rūf, śāniyan: qaḍā'ud-duyūni kullihā, śāliśan: tanfīżul-waṣāyā fī ḥudūdiś-śuluś, rābi'an: qismatul-mīrāśi baynal-waraśah.
2. Urutan 4 Hak Harta Peninggalan (Tirkah): Pertama: Biaya perawatan dan pemakaman jenazah secara wajar. Kedua: Pelunasan seluruh utang piutang mayit. Ketiga: Penunaian wasiat yang sah maksimal 1/3 harta. Keempat: Pembagian sisa harta warisan kepada ahli waris (Hal 351).

Keutamaan & Fadhilah

Rasulullah SAW bersabda: 'Jiwa seorang mukmin itu terkatung-katung karena utangnya hingga utang tersebut dilunaskan untuknya' (HR. At-Tirmidzi). Menunaikan hak-hak almarhum adalah bukti bakti paling mendasar dari ahli waris.

Sumber Naskah: Naskah Asli Majmu' Syarif Kamil, Bab 51 (Halaman Buku 350 – 351 / PDF 367 – 368)

Tanya Jawab Seputar Bacaan Ini

Sebagaimana dianjurkan oleh para ulama dan tercantum dalam naskah Majmu' Syarif Kamil, waktu utama untuk membaca doa dan wirid ini adalah setelah shalat fardhu (khususnya Subuh dan Maghrib), sepertiga malam terakhir, atau pada malam Jumat.

Dalam naskah standar Edisi Jumanatul 'Ali-ART Bandung (2007), bacaan ini tercetak pada halaman 350 (bertepatan dengan halaman PDF 367 sesuai rumus presisi PDF = Halaman + 17).

Simbol tersebut merupakan kaidah fonografi santri naskah asli Majmu' Syarif Kamil. Huruf ø menandakan vokal tebal (tafkhim), sedangkan tanda circumflex dan titik bawah membedakan makhraj huruf hijaiyah agar bacaan tetap tepat dan sah secara tajwid.

Kebenaran Naskah Terverifikasi 1:1

Seluruh susunan kata Arab, harakat, dan transliterasi telah diaudit secara seksama berdasarkan naskah fisik Majmu' Syarif Kamil (Penerbit Jumanatul 'Ali-ART Bandung 2007) dengan rujukan 355 halaman. 100% bebas dari sisipan iklan dan bebas biaya langganan.