Logo Majmu' Syarif Kamil
Majmu' Syarif Kamil Standar Fisik 355 Hal
Bab 27 Halaman Fisik 157 – 160 (PDF 174)

Al-Bāqiyātuṣ Ṣøliḥāt

الباقيات الصالحات

Lima Kalimat Thayyibah yang Kekal Abadi: Tasbih, Tahmid, Tahlil, Takbir, dan Hauqalah

Ukuran Arab:

Tasbih Digital

Target: 33x
1 Hal 157
سُبْحَانَ اللهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ.
Subḥānallø̄h, wal-ḥamdu lillāh, wa lā ilāha illallø̄h, wallø̄hu akbar, wa lā ḥawla wa lā quwwata illā billāhil-'Aliyyil-'Aẓīm.
Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar, dan tiada daya serta upaya melainkan dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.

Keutamaan & Fadhilah

Merupakan tanaman surga, pelebur dosa walau sebanyak buih di lautan, dan timbangan amal yang paling berat di hari kiamat.

Sumber Naskah: Naskah Asli Majmu' Syarif Kamil, Bab 27 (Halaman Buku 157 – 160 / PDF 174 – 177)

Tanya Jawab Seputar Bacaan Ini

Sebagaimana dianjurkan oleh para ulama dan tercantum dalam naskah Majmu' Syarif Kamil, waktu utama untuk membaca doa dan wirid ini adalah setelah shalat fardhu (khususnya Subuh dan Maghrib), sepertiga malam terakhir, atau pada malam Jumat.

Dalam naskah standar Edisi Jumanatul 'Ali-ART Bandung (2007), bacaan ini tercetak pada halaman 157 (bertepatan dengan halaman PDF 174 sesuai rumus presisi PDF = Halaman + 17).

Simbol tersebut merupakan kaidah fonografi santri naskah asli Majmu' Syarif Kamil. Huruf ø menandakan vokal tebal (tafkhim), sedangkan tanda circumflex dan titik bawah membedakan makhraj huruf hijaiyah agar bacaan tetap tepat dan sah secara tajwid.

Kebenaran Naskah Terverifikasi 1:1

Seluruh susunan kata Arab, harakat, dan transliterasi telah diaudit secara seksama berdasarkan naskah fisik Majmu' Syarif Kamil (Penerbit Jumanatul 'Ali-ART Bandung 2007) dengan rujukan 355 halaman. 100% bebas dari sisipan iklan dan bebas biaya langganan.