Logo Majmu' Syarif Kamil
Majmu' Syarif Kamil Standar Fisik 355 Hal
Bab 45 Halaman Fisik 307 – 309 (PDF 324)

Mengiringkan Jenazah

تشييع الجنازة

Adab Berjalan Mengantar Usungan Keranda Jenazah ke Pemakaman dengan Khusyuk dan Tadabbur

Ukuran Arab:

Tasbih Digital

Target: 33x
1 Hal 307
بِسْمِ اللهِ وَبِاللهِ وَمِنَ اللهِ وَإِلَى اللهِ وَفِيْ سَبِيْلِ اللهِ وَعَلَى مِلَّةِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
Bismillāhi wa billāhi wa minallø̄hi wa ilallø̄hi wa fī sabīlillāhi wa 'alā millati Rasūlillāhi ṣøllallø̄hu 'alayhi wa sallam.
1. Bacaan Saat Mengangkat Keranda: Dengan nama Allah, dengan pertolongan Allah, berasal dari Allah, menuju kepada Allah, di jalan Allah, dan atas ajaran agama Rasulullah SAW (Hal 307).
2 Hal 308
سُبْحَانَ الْحَيِّ الَّذِيْ لاَ يَمُوْتُ، سُبْحَانَ مَنْ تَعَزَّزَ بِالْقُدْرَةِ وَالْبَقَاءِ، وَقَهَرَ الْعِبَادَ بِالْمَوْتِ وَالْفَنَاءِ.
Subḥānal-Ḥayyil-lażī lā yamūt, subḥāna man ta'azzaza bil-qudrati wal-baqā', wa qøharøl-'ibāda bil-mawti wal-fanā'.
2. Dzikir Perjalanan Menuju Makam: Maha Suci Zat Yang Maha Hidup yang tidak akan pernah mati, Maha Suci Zat Yang Maha Perkasa dengan kekuasaan dan keabadian, dan Yang menundukkan sekalian hamba dengan kematian dan kebinasaan (Hal 308).
3 Hal 309
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ حَيٌّ لاَ يَمُوْتُ، بِيَدِهِ الْخَيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ.
Lā ilāha illallø̄hu waḥdahū lā syarīka lah, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu yuḥyī wa yumītu wa Huwa ḥayyul-lā yamūt, biyadihil-k̂øyru wa Huwa 'alā kulli syay'in qadīr.
3. Dzikir Kalimat Tauhid Usungan: Tiada Tuhan selain Allah semata tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nyalah kerajaan dan pujian, Dia menghidupkan dan mematikan dan Dia Maha Hidup tidak pernah mati, di tangan-Nyalah segala kebaikan dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu (Hal 309).

Keutamaan & Fadhilah

Mengiringkan jenazah merupakan pengingat nyata akan kematian dan akhirat. Para sahabat Nabi mengiringi jenazah dengan kekhusyukan penuh, memperbanyak doa dan dzikir dalam hati, serta tidak bercakap-cakap masalah duniawi.

Sumber Naskah: Naskah Asli Majmu' Syarif Kamil, Bab 45 (Halaman Buku 307 – 309 / PDF 324 – 326)

Tanya Jawab Seputar Bacaan Ini

Sebagaimana dianjurkan oleh para ulama dan tercantum dalam naskah Majmu' Syarif Kamil, waktu utama untuk membaca doa dan wirid ini adalah setelah shalat fardhu (khususnya Subuh dan Maghrib), sepertiga malam terakhir, atau pada malam Jumat.

Dalam naskah standar Edisi Jumanatul 'Ali-ART Bandung (2007), bacaan ini tercetak pada halaman 307 (bertepatan dengan halaman PDF 324 sesuai rumus presisi PDF = Halaman + 17).

Simbol tersebut merupakan kaidah fonografi santri naskah asli Majmu' Syarif Kamil. Huruf ø menandakan vokal tebal (tafkhim), sedangkan tanda circumflex dan titik bawah membedakan makhraj huruf hijaiyah agar bacaan tetap tepat dan sah secara tajwid.

Kebenaran Naskah Terverifikasi 1:1

Seluruh susunan kata Arab, harakat, dan transliterasi telah diaudit secara seksama berdasarkan naskah fisik Majmu' Syarif Kamil (Penerbit Jumanatul 'Ali-ART Bandung 2007) dengan rujukan 355 halaman. 100% bebas dari sisipan iklan dan bebas biaya langganan.