1
Hal 79
اِذَا وَقَعَتِ الْوَاقِعَةُۙ
Iżā waqø‘atil-wāqi‘ah(tu).
Apabila terjadi hari Kiamat (yang pasti terjadi),
2
Hal 79
لَيْسَ لِوَقْعَتِهَا كَاذِبَةٌ ۘ
Laisa liwaq‘atihā kāżibah(tun).
tidak ada seorang pun yang (dapat) mendustakan terjadinya.
3
Hal 79
خَافِضَةٌ رَّافِعَةٌ
K̂øfiḍatur røfi‘ah(tun).
(Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain).
4
Hal 79
اِذَا رُجَّتِ الْاَرْضُ رَجًّاۙ
Iżā rujjatil-arḍu røjjā.
Apabila bumi diguncangkan sedahsyat-dahsyatnya
5
Hal 79
وَّبُسَّتِ الْجِبَالُ بَسًّاۙ
Wa bussatil-jibālu bassā.
dan gunung-gunung dihancurkan sehancur-hancurnya,
6
Hal 79
فَكَانَتْ هَبَاۤءً مُّنْۢبَثًّاۙ
Fa kānat habā'am mumbaṡṡā.
jadilah ia debu yang beterbangan.
7
Hal 79
وَّكُنْتُمْ اَزْوَاجًا ثَلٰثَةً ۗ
Wa kuntum azwājan ṡalāṡah(tan).
Kamu menjadi tiga golongan,
8
Hal 79
فَاَصْحٰبُ الْمَيْمَنَةِ ەۙ مَآ اَصْحٰبُ الْمَيْمَنَةِ ۗ
Fa aṣḥābul-maimanah(ti), mā aṣḥābul-maimanah(ti).
yaitu golongan kanan, alangkah mulianya golongan kanan itu
9
Hal 79
وَاَصْحٰبُ الْمَشْـَٔمَةِ ەۙ مَآ اَصْحٰبُ الْمَشْـَٔمَةِ ۗ
Wa aṣḥābul-maŝ'amah(ti), mā aṣḥābul-maŝ'amah(ti).
dan golongan kiri, alangkah sengsaranya golongan kiri itu.
10
Hal 79
وَالسّٰبِقُوْنَ السّٰبِقُوْنَۙ
Was-sābiqūnas-sābiqūn.
Selain itu, (golongan ketiga adalah) orang-orang yang paling dahulu (beriman). Merekalah yang paling dahulu (masuk surga).
11
Hal 79
اُولٰۤىِٕكَ الْمُقَرَّبُوْنَۚ
Ulā'ikal-muqørrøbūn.
Mereka itulah orang-orang yang didekatkan (kepada Allah).
12
Hal 79
فِيْ جَنّٰتِ النَّعِيْمِ
Fī jannātin-na‘īm.
(Mereka) berada dalam surga (yang penuh) kenikmatan.
13
Hal 79
ثُلَّةٌ مِّنَ الْاَوَّلِيْنَۙ
Ṡullatum minal-awwalīn.
(Mereka adalah) segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu
14
Hal 79
وَقَلِيْلٌ مِّنَ الْاٰخِرِيْنَۗ
Wa qølīlum minal-āk̂irīn.
dan sedikit dari orang-orang yang (datang) kemudian.
15
Hal 80
عَلٰى سُرُرٍ مَّوْضُوْنَةٍۙ
‘Alā sururim mauḍūnah(tin).
(Mereka berada) di atas dipan-dipan yang bertatahkan emas dan permata
16
Hal 80
مُّتَّكِـِٕيْنَ عَلَيْهَا مُتَقٰبِلِيْنَ
Muttaki'īna ‘alaihā mutaqøbilīn.
seraya bersandar di atasnya saling berhadapan.
17
Hal 80
يَطُوْفُ عَلَيْهِمْ وِلْدَانٌ مُّخَلَّدُوْنَۙ
Yaṭūfu ‘alaihim wildānum muk̂ølladūn.
Mereka dikelilingi oleh anak-anak yang selalu muda
18
Hal 80
بِاَكْوَابٍ وَّاَبَارِيْقَۙ وَكَأْسٍ مِّنْ مَّعِيْنٍۙ
Bi'akwābiw wa abārīq, wa ka'sim mim ma‘īn(in).
dengan (membawa) gelas, kendi, dan seloki (berisi minuman yang diambil) dari sumber yang mengalir.
19
Hal 80
لَّا يُصَدَّعُوْنَ عَنْهَا وَلَا يُنْزِفُوْنَۙ
Lā yuṣødda‘ūna ‘anhā wa lā yunzifūn.
Mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk.
20
Hal 80
وَفَاكِهَةٍ مِّمَّا يَتَخَيَّرُوْنَۙ
Wa fākihatim mimmā yatak̂øyyarūn.
(Mereka menyuguhkan pula) buah-buahan yang mereka pilih
21
Hal 80
وَلَحْمِ طَيْرٍ مِّمَّا يَشْتَهُوْنَۗ
Wa laḥmi ṭairim mimmā yaŝtahūn.
dan daging burung yang mereka sukai.
22
Hal 80
وَحُوْرٌ عِيْنٌۙ
Wa ḥūrun ‘īn(un).
Ada bidadari yang bermata indah
23
Hal 80
كَاَمْثَالِ اللُّؤْلُؤِ الْمَكْنُوْنِۚ
Ka'amṡālil-lu'lu'il-maknūn.
laksana mutiara yang tersimpan dengan baik
24
Hal 80
جَزَاۤءًۢ بِمَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ
Jazā'am bimā kānū ya‘malūn.
sebagai balasan atas apa yang selama ini mereka kerjakan.
25
Hal 80
لَا يَسْمَعُوْنَ فِيْهَا لَغْوًا وَّلَا تَأْثِيْمًاۙ
Lā yasma‘ūna fīhā lagwaw wa lā ta'ṡīmā.
Di sana mereka tidak mendengar percakapan yang sia-sia dan tidak (pula) percakapan yang menimbulkan dosa,
26
Hal 80
اِلَّا قِيْلًا سَلٰمًا سَلٰمًا
Illā qīlan salāman salāmā.
kecuali (yang mereka dengar hanyalah) ucapan, “Salam… salam.”
27
Hal 80
وَاَصْحٰبُ الْيَمِيْنِ ەۙ مَآ اَصْحٰبُ الْيَمِيْنِۗ
Wa aṣḥābul-yamīn, mā aṣḥābul-yamīn.
Golongan kanan, alangkah mulianya golongan kanan itu.
28
Hal 80
فِيْ سِدْرٍ مَّخْضُوْدٍۙ
Fī sidrim mak̂ḍūd(in).
(Mereka) berada di antara pohon bidara yang tidak berduri,
29
Hal 81
وَّطَلْحٍ مَّنْضُوْدٍۙ
Wa ṭalḥim manḍūd(in).
pohon pisang yang (buahnya) bersusun-susun,
30
Hal 81
وَّظِلٍّ مَّمْدُوْدٍۙ
Wa ẓillim mamdūd(in).
naungan yang terbentang luas,
31
Hal 81
وَّمَاۤءٍ مَّسْكُوْبٍۙ
Wa mā'im maskūb(in).
air yang tercurah,
32
Hal 81
وَّفَاكِهَةٍ كَثِيْرَةٍۙ
Wa fākihatin kaṡīrøh(tin).
buah-buahan yang banyak
33
Hal 81
لَّا مَقْطُوْعَةٍ وَّلَا مَمْنُوْعَةٍۙ
Lā maqṭū‘atiw wa lā mamnū‘ah(tin).
yang tidak berhenti berbuah dan tidak terlarang memetiknya,
34
Hal 81
وَّفُرُشٍ مَّرْفُوْعَةٍۗ
Wa furuŝim marfū‘ah(tin).
dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk.
35
Hal 81
اِنَّآ اَنْشَأْنٰهُنَّ اِنْشَاۤءًۙ
Innā anŝa'nāhunna inŝā'ā.
Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari itu) secara langsung,
36
Hal 81
فَجَعَلْنٰهُنَّ اَبْكَارًاۙ
Faja‘alnāhunna abkārø.
lalu Kami jadikan mereka perawan-perawan
37
Hal 81
عُرُبًا اَتْرَابًاۙ
‘Uruban atrøbā.
yang penuh cinta (lagi) sebaya umurnya,
38
Hal 81
لِّاَصْحٰبِ الْيَمِيْنِۗ
Li'aṣḥābil-yamīn.
(diperuntukkan)bagi golongan kanan,
39
Hal 81
ثُلَّةٌ مِّنَ الْاَوَّلِيْنَۙ
Ṡullatum minal-awwalīn.
(yaitu) segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu
40
Hal 81
وَثُلَّةٌ مِّنَ الْاٰخِرِيْنَۗ ࣖ
Wa ṡullatum minal-āk̂irīn.
dan segolongan besar (pula) dari orang-orang yang kemudian.
41
Hal 81
وَاَصْحٰبُ الشِّمَالِ ەۙ مَآ اَصْحٰبُ الشِّمَالِۗ
Wa aṣḥābuŝ-ŝimāl, mā aṣḥābuŝ-ŝimāl.
Golongan kiri, alangkah sengsaranya golongan kiri itu.
42
Hal 82
فِيْ سَمُوْمٍ وَّحَمِيْمٍۙ
Fī samūmiw wa ḥamīm(in).
(Mereka berada) dalam siksaan angin yang sangat panas, air yang mendidih,
43
Hal 82
وَّظِلٍّ مِّنْ يَّحْمُوْمٍۙ
Wa ẓillim miy yaḥmūm(in).
dan naungan asap hitam
44
Hal 82
لَّا بَارِدٍ وَّلَا كَرِيْمٍ
Lā bāridiw wa lā karīm(in).
yang tidak sejuk dan tidak menyenangkan.
45
Hal 82
اِنَّهُمْ كَانُوْا قَبْلَ ذٰلِكَ مُتْرَفِيْنَۚ
Innahum kānū qøbla żālika mutrøfīn.
Sesungguhnya mereka sebelum ituhidup bermewah-mewah.
46
Hal 82
وَكَانُوْا يُصِرُّوْنَ عَلَى الْحِنْثِ الْعَظِيْمِۚ
Wa kānū yuṣirrūna ‘alal-ḥinṡil-‘aẓīm.
Mereka terus-menerus mengerjakan dosa yang besar.
47
Hal 82
وَكَانُوْا يَقُوْلُوْنَ ەۙ اَىِٕذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَّعِظَامًا ءَاِنَّا لَمَبْعُوْثُوْنَۙ
Wa kānū yaqūlūn, a'iżā mitnā wa kunnā turøbaw wa ‘iẓāman a'innā lamab‘ūṡūn.
Mereka berkata, “Apabila kami telahmati menjadi tanah dan tulang-belulang,apakah kami benar-benar akan dibangkitkan (kembali)?
48
Hal 82
اَوَاٰبَاۤؤُنَا الْاَوَّلُوْنَ
Awa'ābā'unal-awwalūn.
Apakah nenek moyang kami yang terdahulu (akan dibangkitkan pula)?”
49
Hal 82
قُلْ اِنَّ الْاَوَّلِيْنَ وَالْاٰخِرِيْنَۙ
Qul innal-awwalīna wal-āk̂irīn.
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sesungguhnya orang-orang yang terdahulu dan yang kemudian
50
Hal 82
لَمَجْمُوْعُوْنَۙ اِلٰى مِيْقَاتِ يَوْمٍ مَّعْلُوْمٍ
Lamajmū‘ūn, ilā mīqøti yaumim ma‘lūm(in).
benar-benar akan dikumpulkan pada waktu tertentu, yaitu hari yang sudah diketahui.
51
Hal 82
ثُمَّ اِنَّكُمْ اَيُّهَا الضَّاۤ لُّوْنَ الْمُكَذِّبُوْنَۙ
Ṡumma innakum ayyuhaḍ-ḍāllūnal-mukażżibūn.
Kemudian, sesungguhnya kamu, wahai orang-orang sesat lagi pendusta,
52
Hal 82
لَاٰكِلُوْنَ مِنْ شَجَرٍ مِّنْ زَقُّوْمٍۙ
La'ākilūna min ŝajarim min zaqqūm(in).
pasti akan memakan pohon zaqum.
53
Hal 82
فَمَالِـُٔوْنَ مِنْهَا الْبُطُوْنَۚ
Fa māli'ūna minhal-buṭūn.
Lalu, kamu akan memenuhi perut-perutmu dengannya.
54
Hal 82
فَشٰرِبُوْنَ عَلَيْهِ مِنَ الْحَمِيْمِۚ
Faŝāribūna ‘alaihi minal-ḥamīm.
Setelah itu, untuk penawarnya (zaqum) kamu akan meminum air yang sangat panas.
55
Hal 82
فَشٰرِبُوْنَ شُرْبَ الْهِيْمِۗ
Fa ŝāribūna ŝurbal-hīm.
Maka, kamu minum bagaikan unta yang sangat haus.
56
Hal 83
هٰذَا نُزُلُهُمْ يَوْمَ الدِّيْنِۗ
Hāżā nuzuluhum yaumad-dīn.
Inilah hidangan (untuk) mereka pada hari Pembalasan.”
57
Hal 83
نَحْنُ خَلَقْنٰكُمْ فَلَوْلَا تُصَدِّقُوْنَ
Naḥnu k̂ølaqnākum falau lā tuṣøddiqūn.
Kami telah menciptakanmu. Mengapa kamu tidak membenarkan (hari Kebangkitan)?
58
Hal 83
اَفَرَءَيْتُمْ مَّا تُمْنُوْنَۗ
Afa rø'aitum mā tumnūn.
Apakah kamu memperhatikan apa yang kamu pancarkan (sperma)?
59
Hal 83
ءَاَنْتُمْ تَخْلُقُوْنَهٗٓ اَمْ نَحْنُ الْخٰلِقُوْنَ
A'antum tak̂luqūnahū am naḥnul-k̂øliqūn.
Apakah kamu yang menciptakannya atau Kami Penciptanya?
60
Hal 83
نَحْنُ قَدَّرْنَا بَيْنَكُمُ الْمَوْتَ وَمَا نَحْنُ بِمَسْبُوْقِيْنَۙ
Naḥnu qøddarnā bainakumul-mauta wa mā naḥnu bimasbūqīn.
Kami telah menentukan kematian di antara kamu dan Kami tidak lemah
61
Hal 83
عَلٰٓى اَنْ نُّبَدِّلَ اَمْثَالَكُمْ وَنُنْشِئَكُمْ فِيْ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ
‘Alā an nubaddila amṡālakum wa nunŝi'akum fī mā lā ta‘lamūn.
untuk mengubah bentukmu (di hari Kiamat) dan menciptakanmu kelak dalam keadaan yang tidak kamu ketahui.
62
Hal 83
وَلَقَدْ عَلِمْتُمُ النَّشْاَةَ الْاُوْلٰى فَلَوْلَا تَذَكَّرُوْنَ
Wa laqød ‘alimtumun-naŝ'atal-ūlā falau lā tażakkarūn.
Sungguh, kamu benar-benar telah mengetahui penciptaan yang pertama. Mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?
63
Hal 83
اَفَرَءَيْتُمْ مَّا تَحْرُثُوْنَۗ
Afarø'aitum mā taḥruṡūn.
Apakah kamu memperhatikan benih yang kamu tanam?
64
Hal 83
ءَاَنْتُمْ تَزْرَعُوْنَهٗٓ اَمْ نَحْنُ الزّٰرِعُوْنَ
A'antum tazrø‘ūnahū am naḥnuz-zāri‘ūn.
Apakah kamu yang menumbuhkannya atau Kami yang menumbuhkan?
65
Hal 83
لَوْ نَشَاۤءُ لَجَعَلْنٰهُ حُطَامًا فَظَلْتُمْ تَفَكَّهُوْنَۙ
Lau naŝā'u laja‘alnāhu ḥuṭāman fa ẓaltum tafakkahūn.
Seandainya Kami berkehendak, Kami benar-benar menjadikannya hancur sehingga kamu menjadi heran tercengang,
66
Hal 83
اِنَّا لَمُغْرَمُوْنَۙ
Innā lamugrømūn.
(sambil berkata,) “Sesungguhnya kami benar-benar menderita kerugian.
67
Hal 83
بَلْ نَحْنُ مَحْرُوْمُوْنَ
Bal naḥnu maḥrūmūn.
Bahkan, kami tidak mendapat hasil apa pun.”
68
Hal 83
اَفَرَءَيْتُمُ الْمَاۤءَ الَّذِيْ تَشْرَبُوْنَۗ
Afa rø'aitumul-mā'al-lażī taŝrøbūn.
Apakah kamu memperhatikan air yang kamu minum?
69
Hal 84
ءَاَنْتُمْ اَنْزَلْتُمُوْهُ مِنَ الْمُزْنِ اَمْ نَحْنُ الْمُنْزِلُوْنَ
A'antum anzaltumūhu minal-muzni am naḥnul-munzilūn.
Apakah kamu yang menurunkannya dari awan atau Kami yang menurunkan?
70
Hal 84
لَوْ نَشَاۤءُ جَعَلْنٰهُ اُجَاجًا فَلَوْلَا تَشْكُرُوْنَ
Lau naŝā'u ja‘alnāhu ujājan falau lā taŝkurūn.
Seandainya Kami berkehendak, Kami menjadikannya asin. Mengapa kamu tidak bersyukur?
71
Hal 84
اَفَرَءَيْتُمُ النَّارَ الَّتِيْ تُوْرُوْنَۗ
Afa rø'aitumun-nārøl-latī tūrūn.
Apakah kamu memperhatikan api yang kamu nyalakan?
72
Hal 84
ءَاَنْتُمْ اَنْشَأْتُمْ شَجَرَتَهَآ اَمْ نَحْنُ الْمُنْشِـُٔوْنَ
A'antum anŝa'tum ŝajarøtahā am naḥnul-munŝi'ūn.
Apakah kamu yang menumbuhkan kayunya atau Kami yang menumbuhkan?
73
Hal 84
نَحْنُ جَعَلْنٰهَا تَذْكِرَةً وَّمَتَاعًا لِّلْمُقْوِيْنَۚ
Naḥnu ja‘alnāhā tażkirøtaw wa matā‘al lil-muqwīn.
Kami menjadikannya (api itu) sebagai peringatan dan manfaat bagi para musafir.
74
Hal 84
فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيْمِ ࣖ
Fa sabbiḥ bismi røbbikal-‘aẓīm.
Maka, bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Maha Agung.
75
Hal 84
۞ فَلَآ اُقْسِمُ بِمَوٰقِعِ النُّجُوْمِ
Falā uqsimu bimawāqi‘in-nujūm.
Aku bersumpah demi tempat beredarnya bintang-bintang.
76
Hal 84
وَاِنَّهٗ لَقَسَمٌ لَّوْ تَعْلَمُوْنَ عَظِيْمٌۙ
Wa innahū laqøsamul lau ta‘lamūna ‘aẓīm(un).
Sesungguhnya itu benar-benar sumpah yang sangat besar seandainya kamu mengetahui.
77
Hal 84
اِنَّهٗ لَقُرْاٰنٌ كَرِيْمٌۙ
Innahū laqur'ānun karīm(un).
Sesungguhnya ia benar-benar Al-Qur’an yang sangat mulia,
78
Hal 84
فِيْ كِتٰبٍ مَّكْنُوْنٍۙ
Fī kitābim maknūn(in).
dalam Kitab yang terpelihara.
79
Hal 84
لَّا يَمَسُّهٗٓ اِلَّا الْمُطَهَّرُوْنَۗ
Lā yamassuhū illal-muṭahharūn.
Tidak ada yang menyentuhnya, kecuali para hamba (Allah) yang disucikan.
80
Hal 84
تَنْزِيْلٌ مِّنْ رَّبِّ الْعٰلَمِيْنَ
Tanzīlum mir røbbil-‘ālamīn.
(Al-Qur’an) diturunkan dari Tuhan seluruh alam.
81
Hal 84
اَفَبِهٰذَا الْحَدِيْثِ اَنْتُمْ مُّدْهِنُوْنَۙ
Afa biḥāżal-ḥadīṡi antum mudhinūn.
Apakah kamu menganggap remeh berita ini (Al-Qur’an)
82
Hal 84
وَتَجْعَلُوْنَ رِزْقَكُمْ اَنَّكُمْ تُكَذِّبُوْنَ
Wa taj‘alūna rizqøkum annakum tukażżibūn.
dan kamu menjadikan rezeki yang kamu terima (dari Allah) justru untuk mendustakan (Al-Qur’an)?
83
Hal 85
فَلَوْلَآ اِذَا بَلَغَتِ الْحُلْقُوْمَۙ
Falau lā iżā balagatil-ḥulqūm.
Kalau begitu, mengapa (kamu) tidak (menahan nyawa) ketika telah sampai di kerongkongan,
84
Hal 85
وَاَنْتُمْ حِيْنَىِٕذٍ تَنْظُرُوْنَۙ
Wa antum ḥīna'iżin tanẓurūn.
padahal kamu ketika itu melihat (orang yang sedang sekarat)?
85
Hal 85
وَنَحْنُ اَقْرَبُ اِلَيْهِ مِنْكُمْ وَلٰكِنْ لَّا تُبْصِرُوْنَ
Wa naḥnu aqrøbu ilaihi minkum wa lākil lā tubṣirūn.
Kami lebih dekat kepadanya (orang yang sedang sekarat) daripada kamu, tetapi kamu tidak melihat.
86
Hal 85
فَلَوْلَآ اِنْ كُنْتُمْ غَيْرَ مَدِيْنِيْنَۙ
Falau lā in kuntum gairø madīnīn.
Maka, mengapa jika kamu tidak diberi balasan,
87
Hal 85
تَرْجِعُوْنَهَآ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
Tarji‘ūnahā in kuntum ṣødiqīn.
kamu tidak mengembalikannya (nyawa itu) jika kamu orang-orang yang benar?
88
Hal 85
فَاَمَّآ اِنْ كَانَ مِنَ الْمُقَرَّبِيْنَۙ
Fa ammā in kāna minal-muqørrøbīn.
Jika dia (orang yang mati) itu termasuk yang didekatkan (kepada Allah),
89
Hal 85
فَرَوْحٌ وَّرَيْحَانٌ ەۙ وَّجَنَّتُ نَعِيْمٍ
Fa røuḥuw wa røiḥān(un), wa jannatu na‘īm(in).
dia memperoleh ketenteraman, rezeki, dan surga (yang penuh) kenikmatan.
90
Hal 85
وَاَمَّآ اِنْ كَانَ مِنْ اَصْحٰبِ الْيَمِيْنِۙ
Wa ammā in kāna min aṣḥābil-yamīn.
Jika dia (termasuk) golongan kanan,
91
Hal 85
فَسَلٰمٌ لَّكَ مِنْ اَصْحٰبِ الْيَمِيْنِۗ
Fa salāmul laka min aṣḥābil-yamīn.
“Salam bagimu” dari (sahabatmu,) golongan kanan.
92
Hal 85
وَاَمَّآ اِنْ كَانَ مِنَ الْمُكَذِّبِيْنَ الضَّاۤلِّيْنَۙ
Wa ammā in kāna minal-mukażżibīnaḍ-ḍāllīn.
Jika dia termasuk golongan para pendusta lagi sesat,
93
Hal 85
فَنُزُلٌ مِّنْ حَمِيْمٍۙ
Fa nuzulum min ḥamīm(in).
jamuannya berupa air mendidih
94
Hal 85
وَّتَصْلِيَةُ جَحِيْمٍ
Wa taṣliyatu jaḥīm(in).
dan dibakar oleh (neraka) Jahim.
95
Hal 85
اِنَّ هٰذَا لَهُوَ حَقُّ الْيَقِيْنِۚ
Inna hāżā lahuwal-ḥaqqul-yaqīn.
Sesungguhnya ini benar-benar merupakan hakulyakin.
96
Hal 86
فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيْمِ ࣖ
Fa sabbiḥ bismi røbbikal-‘aẓīm.
Maka, bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Maha Agung.