Logo Majmu' Syarif Kamil
Majmu' Syarif Kamil Standar Fisik 355 Hal
Bab 14 Halaman Fisik 102 – 105 (PDF 119)

Surah An-Naba’

سورة النبأ

Berita Besar Kebangkitan & Permulaan Juz 'Amma Lengkap 40 Ayat

Ukuran Arab:

Tasbih Digital

Target: 33x
1 Hal 102
عَمَّ يَتَسَاۤءَلُوْنَۚ
‘Amma yatasā'alūn.
Tentang apakah mereka saling bertanya?
2 Hal 102
عَنِ النَّبَاِ الْعَظِيْمِۙ
‘Anin naba'il-‘aẓīm.
Tentang berita yang besar (hari Kebangkitan)
3 Hal 102
الَّذِيْ هُمْ فِيْهِ مُخْتَلِفُوْنَۗ
Allażī hum fīhi muk̂talifūn.
yang dalam hal itu mereka berselisih.
4 Hal 102
كَلَّا سَيَعْلَمُوْنَۙ
Kallā saya‘lamūn.
Sekali-kali tidak! Kelak mereka akan mengetahui.
5 Hal 102
ثُمَّ كَلَّا سَيَعْلَمُوْنَ
Ṡumma kallā saya‘lamūn.
Sekali lagi, tidak! Kelak mereka akan mengetahui.
6 Hal 102
اَلَمْ نَجْعَلِ الْاَرْضَ مِهٰدًاۙ
Alam naj‘alil-arḍa mihādā.
Bukankah Kami telah menjadikan bumi sebagai hamparan
7 Hal 102
وَّالْجِبَالَ اَوْتَادًاۖ
Wal-jibāla autādā.
dan gunung-gunung sebagai pasak?
8 Hal 102
وَّخَلَقْنٰكُمْ اَزْوَاجًاۙ
Wa k̂ølaqnākum azwājā.
Kami menciptakan kamu berpasang-pasangan.
9 Hal 102
وَّجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَاتًاۙ
Wa ja‘alnā naumakum subātā.
Kami menjadikan tidurmu untuk beristirahat.
10 Hal 102
وَّجَعَلْنَا الَّيْلَ لِبَاسًاۙ
Wa ja‘alnal-laila libāsā.
Kami menjadikan malam sebagai pakaian.
11 Hal 102
وَّجَعَلْنَا النَّهَارَ مَعَاشًاۚ
Wa ja‘alnan-nahārø ma‘āŝā.
Kami menjadikan siang untuk mencari penghidupan.
12 Hal 102
وَبَنَيْنَا فَوْقَكُمْ سَبْعًا شِدَادًاۙ
Wa banainā fauqøkum sab‘an ŝidādā.
Kami membangun tujuh (langit) yang kukuh di atasmu.
13 Hal 102
وَّجَعَلْنَا سِرَاجًا وَّهَّاجًاۖ
Wa ja‘alnā sirøjaw wahhājā.
Kami menjadikan pelita yang terang-benderang (matahari).
14 Hal 103
وَّاَنْزَلْنَا مِنَ الْمُعْصِرٰتِ مَاۤءً ثَجَّاجًاۙ
Wa anzalnā minal-mu‘ṣirøti mā'an ṡajjājā.
Kami menurunkan dari awan air hujan yang tercurah dengan deras
15 Hal 103
لِّنُخْرِجَ بِهٖ حَبًّا وَّنَبَاتًاۙ
Linuk̂rija bihī ḥabbaw wa nabātā.
agar Kami menumbuhkan dengannya biji-bijian, tanam-tanaman,
16 Hal 103
وَّجَنّٰتٍ اَلْفَافًاۗ
Wa jannātin alfāfā.
dan kebun-kebun yang rindang.
17 Hal 103
اِنَّ يَوْمَ الْفَصْلِ كَانَ مِيْقَاتًاۙ
Inna yaumal-faṣli kāna mīqøtā.
Sesungguhnya hari Keputusan itu adalah waktu yang telah ditetapkan,
18 Hal 103
يَّوْمَ يُنْفَخُ فِى الصُّوْرِ فَتَأْتُوْنَ اَفْوَاجًاۙ
Yauma yunfak̂u fiṣ-ṣūri fa ta'tūna afwājā.
(yaitu) hari (ketika) sangkakala ditiup, lalu kamu datang berbondong-bondong.
19 Hal 103
وَّفُتِحَتِ السَّمَاۤءُ فَكَانَتْ اَبْوَابًاۙ
Wa futiḥatis-samā'u fa kānat abwābā.
Langit pun dibuka. Maka, terdapatlah beberapa pintu.
20 Hal 103
وَّسُيِّرَتِ الْجِبَالُ فَكَانَتْ سَرَابًاۗ
Wa suyyirøtil-jibālu fa kānat sarøbā.
Gunung-gunung pun dijalankan. Maka, ia menjadi (seperti) fatamorgana.
21 Hal 103
اِنَّ جَهَنَّمَ كَانَتْ مِرْصَادًاۙ
Inna jahannama kānat mirṣødā.
Sesungguhnya (neraka) Jahanam itu (merupakan) tempat mengintai (bagi penjaga neraka)
22 Hal 103
لِّلطّٰغِيْنَ مَاٰبًاۙ
Liṭ-ṭāgīna ma'ābā.
(dan) menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas.
23 Hal 103
لّٰبِثِيْنَ فِيْهَآ اَحْقَابًاۚ
Lābiṡīna fīhā aḥqøbā.
Mereka tinggal di sana dalam masa yang lama.
24 Hal 103
لَا يَذُوْقُوْنَ فِيْهَا بَرْدًا وَّلَا شَرَابًاۙ
Lā yażūqūna fīhā bardaw wa lā ŝarøbā.
Mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman,
25 Hal 103
اِلَّا حَمِيْمًا وَّغَسَّاقًاۙ
Illā ḥamīmaw wa gassāqø.
selain air yang mendidih dan nanah,
26 Hal 103
جَزَاۤءً وِّفَاقًاۗ
Jazā'aw wifāqø.
sebagai pembalasan yang setimpal.
27 Hal 104
اِنَّهُمْ كَانُوْا لَا يَرْجُوْنَ حِسَابًاۙ
Innahum kānū lā yarjūna ḥisābā.
Sesungguhnya mereka tidak pernah mengharapkan perhitungan.
28 Hal 104
وَّكَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَا كِذَّابًاۗ
Wa każżabū bi'āyātinā kiżżābā.
Mereka benar-benar mendustakan ayat-ayat Kami.
29 Hal 104
وَكُلَّ شَيْءٍ اَحْصَيْنٰهُ كِتٰبًاۙ
Wa kulla ŝai'in aḥṣøināhu kitābā.
Segala sesuatu telah Kami catat dalam kitab (catatan amal manusia).
30 Hal 104
فَذُوْقُوْا فَلَنْ نَّزِيْدَكُمْ اِلَّا عَذَابًا ࣖ
Fa żūqū falan nazīdakum illā ‘ażābā
Oleh karena itu, rasakanlah! Tidak akan Kami tambahkan kepadamu, kecuali azab.
31 Hal 104
اِنَّ لِلْمُتَّقِيْنَ مَفَازًاۙ
Inna lil-muttaqīna mafāzā.
Sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa (ada) kemenangan (surga),
32 Hal 104
حَدَاۤىِٕقَ وَاَعْنَابًاۙ
Ḥadā'iqø wa a‘nābā.
(yaitu) kebun-kebun, buah anggur,
33 Hal 104
وَّكَوَاعِبَ اَتْرَابًاۙ
Wa kawā‘iba atrøbā.
gadis-gadis molek yang sebaya,
34 Hal 104
وَّكَأْسًا دِهَاقًاۗ
Wa ka'san dihāqø.
dan gelas-gelas yang penuh (berisi minuman).
35 Hal 104
لَا يَسْمَعُوْنَ فِيْهَا لَغْوًا وَّلَا كِذّٰبًا
Lā yasma‘ūna fīhā lagwaw wa lā kiżżābā.
Di sana mereka tidak mendengar percakapan yang sia-sia dan tidak pula (perkataan) dusta.
36 Hal 104
جَزَاۤءً مِّنْ رَّبِّكَ عَطَاۤءً حِسَابًاۙ
Jazā'am mir røbbika ‘aṭā'an ḥisābā.
(Hal itu) sebagai balasan (dan) pemberian yang banyak dari Tuhanmu,
37 Hal 104
رَّبِّ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا الرَّحْمٰنِ لَا يَمْلِكُوْنَ مِنْهُ خِطَابًاۚ
Røbbis-samāwāti wal-arḍi wa mā bainahumAr-Røḥmāni lā yamlikūna minhu k̂iṭābā.
(yaitu) Tuhan (pemelihara) langit, bumi, dan apa yang ada di antara keduanya, Yang Maha Pengasih. Mereka tidak memiliki (hak) berbicara dengan-Nya.
38 Hal 104
يَوْمَ يَقُوْمُ الرُّوْحُ وَالْمَلٰۤىِٕكَةُ صَفًّاۙ لَّا يَتَكَلَّمُوْنَ اِلَّا مَنْ اَذِنَ لَهُ الرَّحْمٰنُ وَقَالَ صَوَابًا
Yauma yaqūmur-rūḥu wal-malā'ikatu ṣøffā, lā yatakallamūna illā man ażina lahur-røḥmānu wa qøla ṣøwābā.
Pada hari ketika Rūḥ dan malaikat berdiri bersaf-saf. Mereka tidak berbicara, kecuali yang diizinkan oleh Tuhan Yang Maha Pengasih dan dia mengatakan yang benar.
39 Hal 104
ذٰلِكَ الْيَوْمُ الْحَقُّۚ فَمَنْ شَاۤءَ اتَّخَذَ اِلٰى رَبِّهٖ مَاٰبًا
Żālikal-yaumul-ḥaqq, faman ŝā'attak̂øża ilā røbbihī ma'ābā.
Itulah hari yang hak (pasti terjadi). Siapa yang menghendaki (keselamatan) niscaya menempuh jalan kembali kepada Tuhannya (dengan beramal saleh).
40 Hal 105
اِنَّآ اَنْذَرْنٰكُمْ عَذَابًا قَرِيْبًا ەۙ يَّوْمَ يَنْظُرُ الْمَرْءُ مَا قَدَّمَتْ يَدَاهُ وَيَقُوْلُ الْكٰفِرُ يٰلَيْتَنِيْ كُنْتُ تُرٰبًا ࣖ
Innā anżarnākum ‘ażāban qørībā, yauma yanẓurul-mar'u mā qøddamat yadāhu wa yaqūlul-kāfiru yā laitanī kuntu turøbā.
Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kamu akan azab yang dekat pada hari (ketika) manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya dan orang kafir berkata, “Oh, seandainya saja aku menjadi tanah.”

Keutamaan & Fadhilah

Membuka lembaran juz ke-30 dengan pengingat dahsyat akan hari hisab dan balasan surga serta neraka.

Sumber Naskah: Naskah Asli Majmu' Syarif Kamil (Halaman Buku 102 – 105 / PDF 119 – 122)

Tanya Jawab Seputar Bacaan Ini

Sebagaimana dianjurkan oleh para ulama dan tercantum dalam naskah Majmu' Syarif Kamil, waktu utama untuk membaca doa dan wirid ini adalah setelah shalat fardhu (khususnya Subuh dan Maghrib), sepertiga malam terakhir, atau pada malam Jumat.

Dalam naskah standar Edisi Jumanatul 'Ali-ART Bandung (2007), bacaan ini tercetak pada halaman 102 (bertepatan dengan halaman PDF 119 sesuai rumus presisi PDF = Halaman + 17).

Simbol tersebut merupakan kaidah fonografi santri naskah asli Majmu' Syarif Kamil. Huruf ø menandakan vokal tebal (tafkhim), sedangkan tanda circumflex dan titik bawah membedakan makhraj huruf hijaiyah agar bacaan tetap tepat dan sah secara tajwid.

Kebenaran Naskah Terverifikasi 1:1

Seluruh susunan kata Arab, harakat, dan transliterasi telah diaudit secara seksama berdasarkan naskah fisik Majmu' Syarif Kamil (Penerbit Jumanatul 'Ali-ART Bandung 2007) dengan rujukan 355 halaman. 100% bebas dari sisipan iklan dan bebas biaya langganan.