Adab Membaca Al-Qur’ān
14 Butir Etika Membaca Kalam Suci Berdasarkan Naskah Turats An-Nawawi
Tasbih Digital
Target: 33xKeutamaan & Fadhilah
Menghormati mushaf dan mematuhi etika tilawah memastikan bacaan mendatangkan sakinah, pemahaman mendalam, serta pahala yang utuh tanpa terkotori oleh sifat lalai dan riya.
Tanya Jawab Seputar Bacaan Ini
Sebagaimana dianjurkan oleh para ulama dan tercantum dalam naskah Majmu' Syarif Kamil, waktu utama untuk membaca doa dan wirid ini adalah setelah shalat fardhu (khususnya Subuh dan Maghrib), sepertiga malam terakhir, atau pada malam Jumat.
Dalam naskah standar Edisi Jumanatul 'Ali-ART Bandung (2007), bacaan ini tercetak pada halaman 7 (bertepatan dengan halaman PDF 24 sesuai rumus presisi PDF = Halaman + 17).
Simbol tersebut merupakan kaidah fonografi santri naskah asli Majmu' Syarif Kamil. Huruf ø menandakan vokal tebal (tafkhim), sedangkan tanda circumflex dan titik bawah membedakan makhraj huruf hijaiyah agar bacaan tetap tepat dan sah secara tajwid.
Kebenaran Naskah Terverifikasi 1:1
Seluruh susunan kata Arab, harakat, dan transliterasi telah diaudit secara seksama berdasarkan naskah fisik Majmu' Syarif Kamil (Penerbit Jumanatul 'Ali-ART Bandung 2007) dengan rujukan 355 halaman. 100% bebas dari sisipan iklan dan bebas biaya langganan.